Minggu, 08 September 2019
JARAK (Manusia dan Tuhan)
Dalam ilmu Fisika jarak adalah kecepatan dikali waktu.
Namun tak selamanya jarak itu hitungan meter atau kilometer.
Terkadang jarak tak bisa dihitung dengan apapun.
Sebuah persahabatan yang dulu nya sangat dekat dapat berJarak bahkan hilang bukan karena dekat atau jauh rumahnya namun karena ada jarak antara hati mereka
Dan sebaliknya meskipun terpisah laut dan pulau jika hati tetap bersatu tak ada jarak antara mereka
Lagi lagi tentang jarak.
Jangan salahkan ruang dan waktu untuk sebuah penyatuan jika hati saling percaya tak kan pernah ada kata jarak
Dengan jarak kita bisa merasakan nikmatnya rindu. Dan sebaliknya tak ada rindu jika tak ada jarak
ah.. biarlah ada jarak biar selalu merindu.
Tak hanya sesama manusia namun dengan Tuhan tak Jarak
Dengan Iman tak ada jarak antara Tuhan dan Hambanya. Percaya lah Allah dekat dengan hati orang -orang yang beriman
"Dan apabila hamba-hamba Ku bertanya kepadamu tentang Aku maka jawablah bahwasanya Aku adalah dekat" (QS Al Baqoroh 186)
Berdoalah kepada Tuhan Mu karena tak ada jarak antara kamu dan Tuhan mu
Senin, 19 Agustus 2019
Antara Rezeki, Usaha dan Kerja Keras
Antara Rezeki, Usaha, dan Kerja Keras
#Rezeki
Setiap insan sudah dijamin rezekinya oleh Allah SWT. Setiap yang bernyawa ada rezeki masing masing. Rezeki bukan berupa uang namun lebih dari pada itu. Nikmat sehat, nikmat bernafas, keluarga bahagia adalah rezeki yang tak terhingga. Sebagai umat muslim tentunya yakin dengan rezeki ketetapan Tuhan, tidak usah iri dengan rizki orang lain karena Tuhan menjamin rizki setiap hambanya. Bayi yang baru lahir sudah dijamin rizkinya hingga ajal menjemput.
Bisa makan enak, makan daging, ikan dan lain lain menikmati makan dan minum dengan lahap nya tanpa pantangan dan ketakutan apapun itu semua adalah rezeki luar biasa.
Jika anda punya penghasilan cukup, dengan penghasilan anda dapat membeli apapun keinginan anda, namun anda terbaring lemah di tempat tidur dimana mau bergerak saja minta tolong orang lain, mau makan daging-dagingan takut kolesterol, mau makan ini takut diabetes, mau makan itu takut jantung. Akhirnya anda hanya makan seadanya padahal anda punya penghasilan cukup untuk membeli itu semua tapi anda hanya makan seadanya, berarti hanya sebatas itu rezeki anda.
Anda punya beberapa mobil mewah namun anda tidak dapat mengendarainya karena anda sakit lumpuh*(read misal) lalu anda meminta orang lain untuk mengendarai nya, Berarti ini rezeki sopir anda untuk dapat mengendarai mobil mewah anda karena bisa saja diam diam si sopir sebelumnya berdoa kepada Tuhannya supaya dapat mengendarai sendiri mobil mewah lalu Tuhan mengabulkan.
Setiap insan sudah dijamin rezekinya oleh Allah SWT. Setiap yang bernyawa ada rezeki masing masing. Rezeki bukan berupa uang namun lebih dari pada itu. Nikmat sehat, nikmat bernafas, keluarga bahagia adalah rezeki yang tak terhingga. Sebagai umat muslim tentunya yakin dengan rezeki ketetapan Tuhan, tidak usah iri dengan rizki orang lain karena Tuhan menjamin rizki setiap hambanya. Bayi yang baru lahir sudah dijamin rizkinya hingga ajal menjemput.
Bisa makan enak, makan daging, ikan dan lain lain menikmati makan dan minum dengan lahap nya tanpa pantangan dan ketakutan apapun itu semua adalah rezeki luar biasa.
Jika anda punya penghasilan cukup, dengan penghasilan anda dapat membeli apapun keinginan anda, namun anda terbaring lemah di tempat tidur dimana mau bergerak saja minta tolong orang lain, mau makan daging-dagingan takut kolesterol, mau makan ini takut diabetes, mau makan itu takut jantung. Akhirnya anda hanya makan seadanya padahal anda punya penghasilan cukup untuk membeli itu semua tapi anda hanya makan seadanya, berarti hanya sebatas itu rezeki anda.
Anda punya beberapa mobil mewah namun anda tidak dapat mengendarainya karena anda sakit lumpuh*(read misal) lalu anda meminta orang lain untuk mengendarai nya, Berarti ini rezeki sopir anda untuk dapat mengendarai mobil mewah anda karena bisa saja diam diam si sopir sebelumnya berdoa kepada Tuhannya supaya dapat mengendarai sendiri mobil mewah lalu Tuhan mengabulkan.
Anda sakit terbaring di rumah sakit lalu anda di jenguk oleh teman-teman anda dengan dibawakan berbagai macam makanan. Tanpa harus bekerja Anda dapat makan enak yang mungkin makanan yang dibawakan belum pernah anda makan saat anda sehat. Ini rezki anda.
Pernahkan anda dalam keadaan sangat lapar tiba tiba ada seseorang yang memberi anda makan. Wah ini rizki yang tak terduga dengan perantara teman anda.
Esensinya Tuhan menjamin rizki setiap yang bernyawa, mungkin bisa saja kita katakan orang yang tidak bekerja pun dijamin Tuhan rizki nya karena Tuhan maha baik. Tapi tentu tidak begitu ada nya, Rezeki tidak begitu saja turun dari langit layaknya Nabi yang mendapat buah buahan dan susu dari langit. π€ Rezki harus di jemput dengan Usaha dan Kerja keras.
#Usaha
Pernahkan anda mendengar kisah Siti Hajar saat berkeliling Bukit Safa dan Marwa mencari mata air untuk anaknya Ismail AS sebanyak 7 kali keliling. Beliau tak kenal lelah terus berusaha mencari sumber mata air untuk anaknya yang kehausan. Air yang di cari tidak berasal dari bukit Safa dan Marwa melainkan dari hentakan kaki Nabi Ismail AS.
Hal yang bisa kita petik dari kisah ini adalah USAHA. Seberapa besar usaha kita Allah Maha Mengetahui dan maha melihat. Allah selalu berlaku adil untuk hamba Nya. Seperti sebuah kalimat "Man jadda wa jadda" siapa yang bersunguh sungguh maka ia akan mendapat. Meskipun air yang disangka akan didapat dari bukit dengan 7 kali keliling ternyata Tuhan memberi kejutan luar biasa dari hentakan kaki nabi Ismail, Allah malah memberi nya kejutan berupa sumber mata air yang tak terduga berkat usaha Siti Hajar berkeliling bukit Safa dan Marwa. Selalu ada kejutan dibalik USAHA.
Tanpa kita sadari peristiwa ini tidak terjadi pada Nabi saja namun bisa saja terjadi pada kita semua. Saya yakin teman teman semua pernah merasakan keajaiban usaha. Ketika anda sudah berusaha keras dan tak kunjung mendapatkan namun suatu ketika Allah memberi kejutan itu dengan tak disangka sangka berkah dari tawakal dan usaha karena Allah maha adil. Allah maha segalanya dan begitu baik dengan hamba nya dengan melihat usaha hamba yang begitu keras Allah selalu memberi kejutan kejutan dalam hidupnya.
Maka berusaha lah sebaik mungkin dan bertawakkal lah hasil nya pada Tuhan. Ketika anda sudah berusaha dengan sungguh sungguh insyaallah Anda akan mendapatkan hasilnya.
Anda tidak akan mendapatkan apapun yang diinginkan tanpa berusaha karena rezki dijemput dengan usaha. Anda ingin menjadi orang sukses tentu nya anda harus berusaha dengan sungguh sungguh, Gagal adalah bumbu bumbu penyemangat bagi orang yang bersunguh sungguh.
Ketika ia ingin mendapatkan sesuatu semakin ia berusaha, semakin ia berusaha semakin dekat rezki nya.
#Kerja keras
Hidup adalah ibadah. Bekerja pun adalah ibadah. Maka bekerjalah dengan sepenuh hati karena itu semua bernilai ibadah.
Hakikat bekerja adalah membantu orang lain
Anda bekerja disebuah perusahaan sebagai karyawan yang tanpa ada semua tidak akan berjalan dengan baik. Anda sedang membantu orang lain.
Anda bekerja di sekolah sebagai guru yang mengajarkan ilmu kepada anak didik nya. Anda sedang membantu orang lain dengan ilmu yang anda punya.
Anda seorang Dokter, pekerjaan sehari hari membantu menyembuhkan pasien atau membantu ibu-ibu melahirkan. Anda sedang membantu orang lain
Anda bekerja sebagai tukang bengkel yang memperbaiki kendaraan orang yang rusak. Si empunya kendaraan merasa senang kendaraannya dapat kembali seperti sediakala. Tanpa tukang bengkel kendaraanya tidak dapat diperbaiki dan si empu nya tidak dapat melanjutkan aktivitasnya. Tukang bengkel sudah membantu orang lain.
Anda bekerja sebagai Polisi. Pekerjaan mengatur lalu lintas, menangkap penjahat. Karena anda semua orang dapat melintas dengan baik tanpa hambatan dan gangguan kemacetan, karena anda penjahat semua tertangkap dan ketakutan warga akan penjahat hilang dan menikmati perjalanan dengan nyaman tanpa ketakutan adanya penjahat. Anda sudah membantu orang lain
Anda bekerja sebagai petani padi. setiap harinya harus berteman dengan tanah, lumpur dn panasny terik matahari. Padi yang dihasilkan lalu di jual dan dinikmati oleh orang lain. Bukankah anda sedang membantu orang lain memenuhi kebutuhan pangannya?
Anda bekerja sebagai pilot mengantarkan penumpang dari seberang ke pulau seberang. Bukankah anda juga sudah membantu melancarkan perjalanan orang lain?
Apapun pekerjaan anda, anda sedang membantu orang lain. Nikmati lah apapun pekerjaan anda karena semuanya ibadah.
Bekerja keraslah sesuai dengan kemampuan yang dimiliki insyaallah nasib anda akan berubah sesuai dengan firman Allah. "Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri mengubahnya".
Berusaha dan bekerja keraslah insyaallah Allah akan mengubah nasibmu sesuai dengan usaha kerja keras mu.
Minggu, 31 Juli 2016
ORIENTASI BUDAYA POLITIK
BACA DAN PAHAMI MATERI BERIKUT INI
KEMUDIAN JAWABLAH PERTANYAAN DIBAWAH NYA (NO DISCUS)
Orientasi Budaya Politik
Budaya politik menunjuk pada orientasi dari tingkahlaku individu/masyarakat terhadap sistem politik. Orientasi politik tersebut terdiri dari 2 tingkat yaitu: di tingkat masyarakat dan di tingkat individu. Orientasi masyarakat secara keseluruhan tidak dapat dipisahkan dari otientasi individu. Menurut Almond dan Verba, masyarakat mengidentifikasi dirinya terhadap simbol- simbol dari lembaga-lembaga kenegaraan berdasarkan orientasi yang dimilikinya.
Menurut Almond dan Powel, orientasi individu terhadap sistem politik mencakup 3 aspek yaitu : Orientasi kognitif, yaitu pengetahuan dan keyakinan tentang sistem politik. Misalnya : tingkat pengetahuan seseorang tentang jalannya sistem politik, tokoh pemerintahan dan kebijakan yang mereka ambil, simbol- simbol kenegaraan, dll. Orientasi afektif, yaitu aspek perasaan dan emosional seseorang individu terhadap sistem politik. Orientasi evaluatif, yaitu penilaian seseorang terhadap sistem politik, menunjuk pada komitmen terhadap nilai-nilai dan pertimbangan-pertimbangan politik terhadap kinerja sistem politik.
Tipe-tipe Budaya politik
- Budaya politik parokial yaitu budaya politik yang tingkat partisipasi politiknya sangat rendah. Budaya politik suatu masyarakat dapat di katakan Parokial apabila frekuensi orientasi mereka terhadap empat dimensi penentu budaya politik mendekati nol atau tidak memiliki perhatian sama sekali terhadap keempat dimensi tersebut. Tipe budaya politik ini umumnya terdapat pada masyarakat suku Afrika atau masyarakat pedalaman di Indonesia. dalam masyarakat ini tidak ada peran politik yang bersifat khusus. Kepala suku, kepala kampung, kyai, atau dukun,yang biasanya merangkum semua peran yang ada, baik peran yang bersifat politis, ekonomis atau religius.
- Budaya politik kaula (subjek),yaitu budaya politik yang masyarakat yang bersangkutan sudah relatif maju baik sosial maupun ekonominya tetapi masih bersifat pasif. Budaya politik suatu masyarakat dapat dikatakan subyek jika terdapat frekuensi orientasi yang tinggi terhadap pengetahuan sistem politik secara umum dan objek output atau terdapat pemahaman mengenai penguatan kebijakan yang di buat oleh pemerintah. Namun frekuensi orientasi mengenai struktur dan peranan dalam pembuatan kebijakan yang dilakukan pemerintah tidak terlalu diperhatikan. Para subyek menyadari akan otoritas pemerintah dan secara efektif mereka di arahkan pada otoritas tersebut. Sikap masyarakat terhadap sistem politik yang ada ditunjukkan melalui rasa bangga atau malah rasa tidak suka. Intinya, dalam kebudayaan politik subyek, sudah ada pengetahuan yang memadai tentang sistem politik secara umum serta proses penguatan kebijakan yang di buat oleh pemerintah.
- Budaya politik partisipan,yaitu budaya politik yang ditandai dengan kesadaran politik yang sangat tinggi. Masyarakat mampu memberikan opininya dan aktif dalam kegiatan politik. Dan juga merupakan suatu bentuk budaya politik yang anggota masyarakatnya sudah memiliki pemahaman yang baik mengenai empat dimensi penentu budaya politik. Mereka memiliki pengetahuan yang memadai mengenai sistem politik secara umum, tentang peran pemerintah dalam membuat kebijakan beserta penguatan, dan berpartisipasi aktif dalam proses politik yang berlangsung. Masyarakat cenderung di arahkan pada peran pribadi yang aktif dalam semua dimensi di atas, meskipun perasaan dan evaluasi mereka terhadap peran tersebut bisa saja bersifat menerima atau menolak.
JAWABLAH PERTANYAAN BERIKUT INI
- Apa yang dimaksud orientasi budaya politik?
- berikan contoh orientasi kognitip, orientasi afektif, dan orientasi evaluatif (masing-masing I contoh) terhadap politik saat ini?
- berikan contoh penerapan budaya politik kaula dan budaya politik partisipan ?
- berikan contoh politik atau perilaku politik di sekitar mu?
Sabtu, 02 Agustus 2014
Sajadah Cinta
apakah kau tahu?
degup hatiku terpacu
setiap kali melihatmu
lalu
kuberikan kabar pada rasa
untuk tak menampakkannya pada wajah
apakah kau mengerti?
bagiku kau matahari musim semi
begitu hangat terasa dekat
apakah kau paham?
sajadah yang kugelar tiap malamadalah kawanku merayu tuhan
memanjat pengharapan
atau perasaan yang terdalam
kala wajahmu datang membayang
inilah cinta dalam hati
yang kusandarkan pada ilahi
bilakah nyata kitakan bersama
kekata mesra kan menggoda jua
Kamis, 24 Juli 2014
THE FIRST PUISI IN THIS YEAR
YA ALLAH AKU JATUH CINTA
Sejuta syukur atas nikmat Mu
Rindu ini atas nikmat Mu
Cinta ini atas nikmat Mu
Pantaskah aku meraihnya dalam ridho Mu
Ya rabb
Jagalah mata ini untuk tak memandangnya
Jagalah mulut ini untuk tak merayunya
Jagalah telinga ini untuk tak mendengarnya
Jagalah kaki ini untuk tak mendekatinya
Ya rabb
Jangan biarkan mata ini terbuai pesonanya
Jangan biarkan otak ini memikirkannya
Jangan biarkan hati ini jatuh cinta
padanya
Berkali-kali ku bisikkan pada hati
Jangan, jangan, jangan
Jangan jatuh cinta padanya
namun, hati tak pernah peduli
Bagai kuncup mawar yang sedang mekar
Semakin hari semakin mewangi
Lidah bisa berdusta, namun hati suci tanpa nista
Berkali-kalik aku peringatkan, simpan, simpan, simpana dan jangan pernah di umbar
Kali ini hati bisa mendengar
Disimpan rapat tanpa pagar
Ya rabb
Aku jatuh cinta
Biarkan cinta ini tetap suci
Tetap bersemi di hati
Sampai nanti menjadi ikatan suci
Kamis, 15 Agustus 2013
Keindahan Malam
Saya begitu terkesan dengan keindahan malam.
Dengan keheningan malam yang telah sunyi.
Dengan dinginnya udara yang menghembus.
Dengan sinar bulan yang memberikan kenyamanan.
Dengan cahaya bintang gemerlap menghiasi langit menjadikannya indah di tengah kegelapan.
Malam tak bisa ditukar dengan siang begitu juga sebaliknya.
Namun tak banyak orang yang menyadari itu.
Sejuk nya udara di malam hari memberi kenyaman disaat terlelap
Namun tak banyak orang menyadari itu.
Rabu, 27 Maret 2013
Pesan Terakhir IBU
PESAN TERAKHIR
IBU
Ketika
malam kian larut hingga terbuai menyambut pajar. Terdengar lantunan panggilan
suara merdu dari arah barat bilik kamar Nasya yang seakan memberi isyarat menyuruh
untuk membangunkannya dan segera beranjak memenuhi panggilannya. Suara ayam
berkokok bersahut-sahutan seakan tak mau kalah dari suara apapun.
Percikan
embun yang memberikan kesejukan dari setiap tetesnya. Mentari pun mulai
menampakkan sinarnya perlahan-lahan hingga benar-benar memberikan kehangatan di
pagi hari serta kerasnya suara bising setiap kendaraan yang lewat menandakan pagi
telah tiba dan siap menjemput rezeki.
Di
sebuah rumah kecil berukuran tak lebih dari 16 m² merupakan tempat berteduh Nasya
dan Ibunya. Rumah sederhana itu menjadi tempat tumpuan kasih sayang Ibu dan
anak yang sejak beberapa tahun silam di tinggal ayahnya meninggal dunia karena
sakit paru-paru yang di deritanya. Kini Ibunya menjadi pencari nafkah untuk
gadis semata wayangnya yang sekarang sedang kuliah di Universitas Negeri.
Pagi telah tiba, Ibu menyambut
pagi dengan suka cita sembari menyiapkan perlengkapan dagangan gorengannya untuk
berjualan di depan rumahnya. Tak terlihat raut muka yang suram yang nampak
hanyalah senyuman dari bibir Ibu ku tersayang. Nasya keluar dari bilik kamarnya
usai menjalankan sholat subuh di sambut dengan tatapan penuh harap dan senyum
keikhlasan oleh Ibu.
“Sudah bangun nak?”
“Iya bu”
“Sudah sholat”
“Alhamdulillah bu Tuhan memberikan ku
nikmat kesehatan untuk bersujud padanya” sambil menatap kedua mata Ibunya.
“Alhamdulillah Nasya, Ibu bangga
mendengarnya, teruslah memohon padanya dengan hati ikhlas” membalas tatapan Nasya
hingga tampak mata Ibu berkaca-kaca seolah tak akan menampakkan kesedihannya. Dalam
hati Ibu aku menyayangimu.
“Iya, suatu saat Ibu akan bangga dengan Nasya”
sambil menatap Ibunya dengan senyum di balik pengharapan dan impiannya.
“Nasya bantu ya bu menyiapkan perlengkapannya”
Sambil menyiapkan perlengkapan dagangan
gorengannya. Tak biasanya Ibu menggoreng
sembari melamun. Sepertinya ada yang disembunyikan dari Nasya dan tak
ingin Nasya mengetahuinya.
“Gorengannya gosong bu, Ibu sedang
mikirin apa, cerita sama Nasya bu!”
“Tidak nak, Ibu tidak melamun dan tidak
sedang mikir apa-apa, yang Ibu ingin suatu saat kamu akan menjadi anak yang
sukses dan membuat Ibu bangga”
“Aamiin bu, semoga gusti Allah mendengar
doa kita ya bu”
Keduanya saling berpelukan merangkul
hangat dekapan kasih sayang Ibu dan anak.
ΓΈΓΈΓΈΓΈ
Mentari perlahan kian terangnnya,
memberikan sinarnya seluruh penjuru bumi tepat diatas kepala. Semua orang
bergegas mencari tempat berteduh melepaskan kelelahan. Beranjak sejenak untuk
beristirahat lalu kembali menyongsong rezeki. Nampak dari kejauhan seorang Ibu meletakkan
dagang gorengan di sebuah Mushola yang
ada di kampus tempat Nasya kuliah untuk menunaikan sholat dzuhur dititipkan
pada seorang gadis yang sedang duduk di Mushola itu. Sepertinya Ibu itu ingin sejenak mengurangi sedikit rasa
lelahnya karena berjualan keliling.
Seketika itu juga Nasya
teringat pada sosok Ibunya yang pekerjaan sama dengan Ibu yang menitipkan
jualannya di Mushola tersebut. Nasya mulai terenyuh dengan sosok Ibunya kemudian
terlintas dipikirnya ingin menemui Ibu penjual gorengan di mushola itu. Ketika
hendak memanggil Ibu itu terdengar dari arah belakang ada memanggil-manggil
nasya. Kemudian nasya menoleh, ternyata nasya di panggil teman sekelasnya bahwa
perkuliahan akan segera di mulai dan dosennya sudah hadir di kelas. Niat hati
untuk menemui Ibu itu pun di urungkan oleh jam mata kuliah yang telah tiba dan
saat belajar untuk meraih mimpi dan kesuksesan.
Ibu yang beristirahat
sejenak di Mushola itu kini sudah pergi kembali menjemput rezeki. Di bawah
terik matahari Ibu tetap berjualan dengan penuh semangat tak peduli keringat
membasahi seluruh tubuhnya. Sesekali Ibu memegang perutnya yang terasa sakit
dan nampak buncit. Ibu menyembunyikan perut yang buncit itu dengan pakaian yang
besar hingga tak ada yang mengetahui bahwa Ibu itu menyembunyikan perutnya
sekalipun Nasya anaknya.
Sementara itu, Nasya yang
merupakan seorang mahasisiwi yang terbilang cerdas di antara teman-temannya dan
seorang yang ramah sehingga banyak teman yang suka padanya. Usai perkuliahan Nasya pulang menuju rumah yang sederhana. Tiba-tiba
dari arah belakang terengar suara memanggil:
“Nasya…Nasyaaaa”
Nasya menoleh dan mencari dari arah mana
suara itu datang?.
“Hai…Eccy”
“Mau kemana”
“Pulang”
“Nasya tadi tidak sholat di Mushola”
Tanya Eccy
“Kenapa?, saya tadi sholat di ruang
dosen” jawab nasya
“Saya tadi ketemu Ibu penjual gorengan
di mushola, kasihan dengan Ibu itu, meskipun perutnya sakit tapi masih sempat
berjualan keliling demi anaknya yang masih sekolah katanya. Seandainya saya
punya uang lebih saya berikan dengan Ibu itu jika saya lihat dia di mushola
kembali”. Ujar Eccy
“Nasya
terdiam dan pikirannya mulai tertuju pada sosok Ibunya. Apa mungkin Ibu yang di mushola itu adalah Ibu,
meskipun dia Ibu tapi Ibu sehat-sehat saja. Ibu tidak pernah berjualan dikampus
Nasya, Ibu selalu berjualan di depan rumah. Tapi dari kejauhan tadi memang
mirip Ibu. Mungkin Ibu.. Ah tapi gak mungkin!” pikir Nasya dalam hati.
“Nasya kenapa bingung” pangggil Eccy sambil
mumukul bahu Nasya.
“Tidak…saya tidak bingung” jawab Nasya
“Ya sudah, arah rumah kita berlainan
saya duluan ya” kata Eccy
“Iya hati-hati”
Dari
arah kejauhan sudah tampak rumah sunyi berpenghuni. Semakin dekat dan akhirnya Nasya
tiba di depan rumah. Nasya melihat sebuah keranjang kue terletak disudut teras
rumahnya pertanda Ibunya sudah pulang ke rumah dan biasanya jualannya juga
sudah ludes terjual. Sesampainya dirumah Nasya mengetuk pintu berulang-ulang,
namun pintu juga tak kunjung di buka. Sesekali Nasya mengucap salam namun tak
nampak sahutan salam dari dalam rumah.
Dengan sedikit kesal di hati tapi Nasya langsung tersadar mungkin Ibu sedang tidur lelah di dalam sehingga tak membukakan pintu untuk
Nasya. Kemudian Nasya membuka sendiri pintu rumahnya, ternyata pintu tidak
dikunci dan Ibu sedang tidur di kamar.
Melihat
Ibunya yang sedang tertidur pulas di sore hari yang temaram. Nasya memandang
Ibunya dari ujung rambut sampai ujung kaki. Sambil mengusap lembut rambut Ibu yang
masih hitam belum berubah menjadi putih dimakan usia menunjukkan bahwa Ibu masih
muda untuk menjadi tulang punggung keluarga namun harus menghadapi kenyataan hidup. “Suatu saat Nasya akan membahagiakan Ibu
dengan kesuksesan”. Pikir Nasya dalam hati.
Langit
yang mulai merubah warnanya, berubah menjadi kegelapan. Tak ada sinar mentari
yang menghangatkan. Dengan perlahan digantikan oleh sinar rembulan penuh. Siang
yang begitu cerah kini berubah menjadi malam yang redup di hiasi cahaya bintang
yang bertebaran menghiasi langit.
Malam
ini indah sekali. Bintang menunjukkan cahayanya seolah berkata inilah aku
bintang kehidupan mu. Dari sebuah jendela kamar Nasya menatap malamMemandang bintang-bintang
seolah penuh harap. Seandainya Nasya seperti bintang. Bintang kehidupannya Ibu kelak.
Tak ada yang lebih baik dari apapun selain menjadi bintang kehidupan bagi Ibu.
Malam
semakin larut seperti halnya Nasya larut dalam keindahan malam hingga tanpa
terasa Nasya tertidur pulas di sudut jendela kamarnya. Udara dingin menyelimuti tubuhnya.
Nyamuk-nyamuk bertebangan mengelilinginya tapi Nasya pun tak jua terjaga dari
tidurnya hingga seruan adzan subuh
membangunkannya.
ΓΈΓΈΓΈΓΈ
Hari demi hari, bulan
berganti tahun. Ibu Nasya masih tetap berjualan gorengan demi menyekolahkan Nasya
meraih mimpi. Hari ini adalah hari yang paling membahagiakan bagi Nasya dan
teman-temannya, hari dimana Nasya akan diwisuda setelah empat tahun duduk di
bangku kuliah. Akhirnya Nasya bisa wisuda dengan IPK yang memuaskan 3,35. Yang Nasya
pikir akan cukup membanggakan Ibunya.
Bahagianya Nasya hari
ini juga di rasakan oleh Ibunya yang mendampingi Nasya saat wisuda. Duduk bersama,
berdampingan saat wisuda adalah mimpi Nasya yang akhirnya didengarkan oleh
Tuhan. Nasya menyalami, mencium tangan dan kening Ibunya serta memeluk erat Ibunya
seakan tak mau dipisahkan oleh waktu dan siapapun. Saat hendak melepaskan
pelukan hangat itu, Nasya berbisik pada Ibunya “Ibu , kau adalah harta terindah
ku, gelar sarjanaku saat ini adalah karya mu, dan aku akan membahagiakan Ibu”. Ibu
hanya terdiam menatap lembut wajah anaknya dengan tatapan mata yang
berkaca-kaca. Seakan berbicara pada mata jangan kau keluarkan tetesan air mata
mu duhai mata. Butiran air mata tak mampu membendung derasnya desakan hati
hingga mengalir begitu saja.
Suara lembut itu
akhirnya berbisik pada anaknya dengan suara parau menahan tangis.
“Jaga dirimu baik-baik nak dan gunakan ilmu dengan baik”. Seketika itu juga Ibu jatuh pingsan sambil mememang perutnya.
“Jaga dirimu baik-baik nak dan gunakan ilmu dengan baik”. Seketika itu juga Ibu jatuh pingsan sambil mememang perutnya.
“Ibu… bangun bu..Ibuuuuu…” teriak Nasya
sambil menahan tangis
“Tolong…tolooong” teriak nasya
Seluruh peserta
wisudawan wisudawati menoleh kearah suara teriakan Nasya, Semua orang terkejut
melihat Ibu Nasya jatuh pingsan saat upacara wisuda sedang berlangsung. Tanpa
terkecuali seluruh staf serta para dosen ikut menoleh kearah mula suara
teriakan itu terdengar. Tak lama kemudian Ibu nasya dilarikan ke rumah sakit
terdekat. “Ibu lebih penting dari apa pun. Wisuda itu tak penting yang paling
penting adalah nyawa Ibu” tangis Nasya.
Ibu dilarikan ke rumah
sakit dengan sebuah mobil pribadi milik salah satu dosennya. Suara tangisan pun
tiada henti mengiringi laju mobil dengan kecepatan tinggi. Di tengah perjalanan
Ibu tersadar dari pingsannya dan langsung menoleh ke arah Nasya. Dengan suara
lemah Ibu berkata, “ Nasya sebenarnya Ibu menderita sakit tumor pada rahim Ibu dan
Ibu selalu berusaha menyembunyikannya dari Nasya. Ibu takut Nasya khawatir”.
“tidak Ibuuu!!!, kesehatan Ibu lebih
penting, kenapa Ibu baru kasih tahu sekarang?”
Dengan suara terbata-bata seolah Ibu
akan menyampaikan sesuatu. tak sempat mulut berbicara mata Ibu kian mengecil
dan menutup secara perlahan. Di iringi isak tangis yang semakin deras mengantar
kepergian Ibu untuk selama-lamanya.
Innalillahi
wainnailaihi roji’un.
Sakit
yang menahun selalu disembunyikan demi anaknya. Tak pernah mengeluh di hadapan
anaknya. Dia selalu memberi semangat pada anaknya. Tiada seorang ibu yang jahat
terhadap anaknya. Sungguh kau wanita luar biasa di dunia. Jaga dirimu baik-baik nak dan gunakan ilmu dengan baik adalah pesan
terakhir Ibu kepada Nasya.
The end
Karya
jemari sendiri yang menjelajahi setiap
angka dan huruf pada keyboard Laptop ku. CERPEN PERDANA
Langganan:
Postingan (Atom)
Ingatkah Kau??
Ingatkah kau saat kau berdoa kepada Tuhan mu untuk di luluskan menjadi ASN. Ingatkah kau saat kau belajar siang malam supaya mampu menjawab...
-
hmmm,,,entah sudah berapa kali atau mungkin tak terhitung lagi. Setiap kali pergi bersama, kemana pun, dimanapun berjumpa dan denga...
-
Pernah Pernah membicarakan keburukan orang lain padahal kita juga punya keburukan. Pernah mengeluh tapi lupa bersyukur Pernah menyakit...
-
19 maret 2013 pukul 23:25 WIB Malam ini rintik hujan menemani ku dalam kelarutan pekatnya malam. Temani ku di tengah heningnya ...

