Minggu, 08 September 2019

JARAK (Manusia dan Tuhan)


Dalam ilmu Fisika jarak adalah  kecepatan dikali waktu.
Namun tak selamanya jarak itu hitungan meter atau kilometer.
Terkadang jarak tak bisa dihitung dengan apapun.

Sebuah persahabatan yang dulu nya sangat dekat dapat berJarak bahkan hilang bukan karena dekat atau jauh rumahnya namun karena ada jarak antara hati mereka

Dan sebaliknya meskipun terpisah laut dan pulau jika hati tetap bersatu tak ada jarak antara mereka

Lagi lagi tentang jarak.
Jangan salahkan ruang dan waktu untuk sebuah penyatuan jika hati saling percaya tak kan pernah ada kata jarak

Dengan jarak kita bisa merasakan nikmatnya rindu. Dan sebaliknya tak ada rindu jika tak ada jarak

ah.. biarlah ada jarak biar selalu merindu.

Tak hanya sesama manusia namun dengan Tuhan tak Jarak

Dengan Iman tak ada jarak antara Tuhan dan Hambanya. Percaya lah Allah dekat dengan hati orang -orang yang beriman

"Dan apabila hamba-hamba Ku bertanya kepadamu tentang Aku maka jawablah bahwasanya Aku adalah dekat" (QS Al Baqoroh 186)

Berdoalah kepada Tuhan Mu karena tak ada jarak antara kamu dan Tuhan mu


Senin, 19 Agustus 2019

Antara Rezeki, Usaha dan Kerja Keras

Antara Rezeki, Usaha, dan Kerja Keras


#Rezeki
Setiap insan sudah dijamin rezekinya  oleh  Allah SWT. Setiap yang bernyawa ada rezeki masing masing. Rezeki bukan berupa uang namun lebih dari pada itu. Nikmat sehat, nikmat bernafas, keluarga bahagia adalah rezeki yang tak terhingga. Sebagai umat muslim tentunya yakin dengan rezeki ketetapan Tuhan, tidak usah iri dengan rizki orang lain karena Tuhan menjamin rizki setiap hambanya. Bayi yang baru lahir sudah dijamin rizkinya hingga ajal menjemput. 

Bisa makan enak, makan daging, ikan dan lain lain menikmati makan dan minum dengan lahap nya tanpa pantangan dan ketakutan apapun itu semua adalah rezeki luar biasa.

 Jika anda punya penghasilan cukup, dengan penghasilan anda dapat membeli apapun keinginan anda, namun anda terbaring lemah di tempat tidur dimana mau bergerak saja minta tolong orang lain, mau makan daging-dagingan  takut kolesterol, mau makan ini takut diabetes, mau makan itu takut jantung. Akhirnya anda hanya makan seadanya padahal anda punya penghasilan cukup untuk membeli itu semua tapi anda hanya makan seadanya, berarti hanya sebatas itu rezeki anda. 

Anda punya beberapa mobil mewah namun anda tidak dapat mengendarainya karena anda sakit lumpuh*(read misal) lalu anda meminta orang lain untuk mengendarai nya, Berarti ini rezeki sopir anda untuk dapat mengendarai mobil mewah anda karena bisa saja diam diam si sopir sebelumnya berdoa kepada Tuhannya supaya dapat mengendarai sendiri mobil mewah lalu Tuhan mengabulkan. 

Anda sakit terbaring di rumah  sakit lalu anda di jenguk oleh teman-teman anda dengan dibawakan berbagai macam makanan.  Tanpa harus bekerja Anda dapat makan enak yang mungkin makanan yang dibawakan belum pernah anda makan saat anda sehat. Ini rezki anda.

Pernahkan anda dalam keadaan sangat lapar tiba tiba ada seseorang yang memberi anda makan. Wah ini rizki yang tak terduga dengan perantara teman anda.

Esensinya Tuhan menjamin rizki setiap yang bernyawa, mungkin bisa saja kita katakan orang yang tidak bekerja pun dijamin Tuhan rizki nya karena Tuhan maha baik. Tapi tentu tidak begitu ada nya, Rezeki tidak begitu saja turun dari langit layaknya Nabi yang mendapat buah buahan dan susu dari langit. 🀭 Rezki harus di jemput dengan Usaha dan Kerja keras.

#Usaha
Pernahkan anda mendengar kisah Siti Hajar saat berkeliling Bukit Safa dan Marwa  mencari mata air untuk anaknya Ismail AS sebanyak 7 kali keliling. Beliau tak kenal lelah terus berusaha mencari sumber mata air untuk anaknya yang kehausan. Air yang di cari tidak berasal dari bukit Safa dan Marwa melainkan dari hentakan kaki Nabi Ismail AS.

Hal yang bisa kita petik dari kisah ini adalah USAHA. Seberapa besar usaha kita Allah Maha Mengetahui dan maha melihat. Allah selalu berlaku adil untuk hamba Nya. Seperti sebuah kalimat "Man jadda wa jadda" siapa yang bersunguh sungguh maka ia akan mendapat. Meskipun air yang disangka akan didapat dari bukit dengan 7 kali keliling ternyata Tuhan memberi kejutan luar biasa dari hentakan kaki nabi Ismail, Allah malah memberi nya kejutan berupa sumber mata air yang tak terduga berkat usaha Siti Hajar berkeliling bukit Safa dan Marwa. Selalu ada kejutan dibalik USAHA.

Tanpa kita sadari peristiwa ini tidak terjadi pada Nabi saja namun bisa saja terjadi pada kita semua. Saya yakin teman teman semua pernah merasakan keajaiban usaha. Ketika anda sudah berusaha keras dan tak kunjung mendapatkan namun suatu ketika Allah memberi kejutan itu dengan tak disangka sangka berkah dari tawakal dan usaha karena Allah maha adil. Allah maha segalanya dan begitu baik dengan hamba nya dengan melihat usaha hamba yang begitu keras Allah selalu memberi kejutan kejutan dalam hidupnya.

Maka berusaha lah sebaik mungkin dan bertawakkal lah hasil nya pada Tuhan. Ketika anda sudah berusaha dengan sungguh sungguh insyaallah Anda akan mendapatkan hasilnya.

Anda tidak akan  mendapatkan apapun yang diinginkan tanpa berusaha karena rezki dijemput dengan usaha. Anda ingin menjadi orang sukses tentu nya anda harus berusaha dengan sungguh sungguh, Gagal adalah bumbu bumbu penyemangat bagi orang yang bersunguh sungguh.

Ketika ia ingin mendapatkan sesuatu semakin ia berusaha, semakin ia berusaha semakin dekat rezki nya. 

#Kerja keras
Hidup adalah ibadah. Bekerja pun adalah ibadah.  Maka bekerjalah dengan sepenuh hati karena itu semua bernilai ibadah.  

Hakikat bekerja adalah membantu orang lain

Anda bekerja disebuah perusahaan sebagai karyawan yang tanpa ada semua tidak akan berjalan dengan baik. Anda sedang membantu orang lain.  

Anda bekerja di sekolah sebagai guru yang mengajarkan ilmu kepada anak didik nya. Anda sedang membantu orang lain dengan ilmu yang anda punya.

Anda seorang Dokter, pekerjaan sehari hari membantu menyembuhkan pasien atau membantu ibu-ibu melahirkan. Anda sedang membantu orang lain

Anda bekerja sebagai tukang bengkel yang memperbaiki kendaraan orang yang rusak. Si empunya kendaraan merasa senang kendaraannya dapat kembali seperti sediakala. Tanpa tukang bengkel  kendaraanya tidak dapat diperbaiki dan si empu nya tidak dapat melanjutkan aktivitasnya. Tukang bengkel sudah membantu orang lain. 

Anda bekerja sebagai Polisi. Pekerjaan mengatur lalu lintas, menangkap penjahat. Karena anda semua orang dapat melintas dengan baik tanpa hambatan dan gangguan kemacetan, karena anda penjahat semua tertangkap dan ketakutan warga akan penjahat hilang dan menikmati perjalanan dengan nyaman tanpa ketakutan adanya penjahat. Anda sudah membantu orang lain

Anda bekerja sebagai petani padi. setiap harinya harus berteman dengan tanah, lumpur dn panasny terik matahari. Padi yang dihasilkan lalu di jual dan dinikmati oleh orang lain. Bukankah anda sedang membantu orang lain memenuhi kebutuhan pangannya?

Anda bekerja sebagai pilot mengantarkan penumpang dari seberang ke pulau seberang. Bukankah anda juga sudah membantu melancarkan perjalanan orang lain?

Apapun pekerjaan anda, anda sedang membantu orang lain. Nikmati lah apapun pekerjaan anda karena semuanya ibadah.

Bekerja keraslah sesuai dengan kemampuan yang dimiliki insyaallah nasib anda akan berubah sesuai dengan firman Allah.  "Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri mengubahnya". 

Berusaha dan bekerja keraslah insyaallah Allah akan mengubah nasibmu sesuai dengan usaha kerja keras mu. 



Minggu, 31 Juli 2016

ORIENTASI BUDAYA POLITIK

BACA DAN PAHAMI MATERI BERIKUT INI
KEMUDIAN JAWABLAH PERTANYAAN DIBAWAH NYA (NO DISCUS)
Orientasi Budaya Politik 
Budaya politik menunjuk pada orientasi dari tingkahlaku individu/masyarakat terhadap sistem politik.  Orientasi politik tersebut terdiri dari 2 tingkat yaitu: di tingkat masyarakat dan di tingkat individu.  Orientasi masyarakat secara keseluruhan tidak dapat dipisahkan dari otientasi individu. Menurut Almond dan Verba, masyarakat mengidentifikasi dirinya terhadap simbol- simbol dari lembaga-lembaga kenegaraan berdasarkan orientasi yang dimilikinya. 
 Menurut Almond dan Powel, orientasi individu terhadap sistem politik mencakup 3 aspek yaitu :  Orientasi kognitif, yaitu pengetahuan dan keyakinan tentang sistem politik. Misalnya : tingkat pengetahuan seseorang tentang jalannya sistem politik, tokoh pemerintahan dan kebijakan yang mereka ambil, simbol- simbol kenegaraan, dll.  Orientasi afektif, yaitu aspek perasaan dan emosional seseorang individu terhadap sistem politik.  Orientasi evaluatif, yaitu penilaian seseorang terhadap sistem politik, menunjuk pada komitmen terhadap nilai-nilai dan pertimbangan-pertimbangan politik terhadap kinerja sistem politik. 

Tipe-tipe Budaya politik

  • Budaya politik parokial yaitu budaya politik yang tingkat partisipasi politiknya sangat rendah. Budaya politik suatu masyarakat dapat di katakan Parokial apabila frekuensi orientasi mereka terhadap empat dimensi penentu budaya politik mendekati nol atau tidak memiliki perhatian sama sekali terhadap keempat dimensi tersebut. Tipe budaya politik ini umumnya terdapat pada masyarakat suku Afrika atau masyarakat pedalaman di Indonesia. dalam masyarakat ini tidak ada peran politik yang bersifat khusus. Kepala suku, kepala kampung, kyai, atau dukun,yang biasanya merangkum semua peran yang ada, baik peran yang bersifat politis, ekonomis atau religius.
  • Budaya politik kaula (subjek),yaitu budaya politik yang masyarakat yang bersangkutan sudah relatif maju baik sosial maupun ekonominya tetapi masih bersifat pasif. Budaya politik suatu masyarakat dapat dikatakan subyek jika terdapat frekuensi orientasi yang tinggi terhadap pengetahuan sistem politik secara umum dan objek output atau terdapat pemahaman mengenai penguatan kebijakan yang di buat oleh pemerintah. Namun frekuensi orientasi mengenai struktur dan peranan dalam pembuatan kebijakan yang dilakukan pemerintah tidak terlalu diperhatikan. Para subyek menyadari akan otoritas pemerintah dan secara efektif mereka di arahkan pada otoritas tersebut. Sikap masyarakat terhadap sistem politik yang ada ditunjukkan melalui rasa bangga atau malah rasa tidak suka. Intinya, dalam kebudayaan politik subyek, sudah ada pengetahuan yang memadai tentang sistem politik secara umum serta proses penguatan kebijakan yang di buat oleh pemerintah.
  • Budaya politik partisipan,yaitu budaya politik yang ditandai dengan kesadaran politik yang sangat tinggi. Masyarakat mampu memberikan opininya dan aktif dalam kegiatan politik. Dan juga merupakan suatu bentuk budaya politik yang anggota masyarakatnya sudah memiliki pemahaman yang baik mengenai empat dimensi penentu budaya politik. Mereka memiliki pengetahuan yang memadai mengenai sistem politik secara umum, tentang peran pemerintah dalam membuat kebijakan beserta penguatan, dan berpartisipasi aktif dalam proses politik yang berlangsung. Masyarakat cenderung di arahkan pada peran pribadi yang aktif dalam semua dimensi di atas, meskipun perasaan dan evaluasi mereka terhadap peran tersebut bisa saja bersifat menerima atau menolak.

JAWABLAH PERTANYAAN BERIKUT INI
  1. Apa yang dimaksud orientasi budaya politik?
  2. berikan contoh orientasi kognitip, orientasi afektif, dan orientasi evaluatif (masing-masing I contoh) terhadap politik  saat ini?
  3. berikan contoh penerapan  budaya politik kaula dan budaya politik partisipan ?
  4. berikan contoh politik atau perilaku politik di sekitar mu?

Sabtu, 02 Agustus 2014

Sajadah Cinta

apakah kau tahu?
degup hatiku terpacu
setiap kali melihatmu
lalu
kuberikan kabar pada rasa 
untuk tak menampakkannya pada wajah
apakah kau mengerti?
bagiku kau matahari musim semi 
begitu hangat terasa dekat
apakah kau paham?
sajadah yang kugelar tiap malamadalah kawanku merayu tuhan
memanjat pengharapan
atau perasaan yang terdalam
kala wajahmu datang membayang
inilah cinta dalam hati
yang kusandarkan pada ilahi
bilakah nyata kitakan bersama
kekata mesra kan menggoda jua

Kamis, 24 Juli 2014

THE FIRST PUISI IN THIS YEAR

YA ALLAH AKU JATUH CINTA

Sejuta syukur atas nikmat Mu
Rindu ini atas nikmat Mu
Cinta ini atas nikmat Mu
Pantaskah aku meraihnya dalam ridho Mu

Ya rabb
Jagalah mata ini untuk tak memandangnya
Jagalah mulut ini untuk tak merayunya
Jagalah telinga ini untuk tak mendengarnya
Jagalah kaki ini untuk tak mendekatinya

Ya rabb
Jangan biarkan mata ini terbuai pesonanya
Jangan biarkan otak ini memikirkannya
Jangan biarkan hati ini jatuh cinta
padanya

Berkali-kali ku bisikkan pada hati
Jangan, jangan, jangan
Jangan jatuh cinta padanya
namun, hati tak pernah peduli
Bagai kuncup mawar yang sedang mekar
Semakin hari semakin mewangi

Lidah bisa berdusta, namun hati suci tanpa nista
Berkali-kalik aku peringatkan, simpan, simpan, simpana dan jangan pernah di umbar
Kali ini hati bisa mendengar
Disimpan rapat tanpa pagar

Ya rabb
Aku jatuh cinta
Biarkan cinta ini tetap suci
Tetap bersemi di hati
Sampai nanti menjadi ikatan suci

Kamis, 15 Agustus 2013

Keindahan Malam

Saya begitu terkesan dengan keindahan malam.

Dengan keheningan malam yang telah sunyi.

Dengan dinginnya udara yang menghembus.

Dengan sinar bulan yang memberikan kenyamanan.

Dengan cahaya bintang gemerlap menghiasi langit menjadikannya indah di tengah kegelapan.


Malam tak bisa ditukar dengan siang begitu juga sebaliknya.

Namun tak banyak orang yang menyadari itu.

Sejuk nya udara di malam hari memberi kenyaman disaat terlelap

Namun tak banyak orang menyadari itu.




Rabu, 27 Maret 2013

Pesan Terakhir IBU


PESAN TERAKHIR IBU
Oleh Tini Anadia


Ketika malam kian larut hingga terbuai menyambut pajar. Terdengar lantunan panggilan suara merdu dari arah barat bilik kamar Nasya yang seakan memberi isyarat menyuruh untuk membangunkannya dan segera beranjak memenuhi panggilannya. Suara ayam berkokok bersahut-sahutan seakan tak mau kalah dari suara apapun.
Percikan embun yang memberikan kesejukan dari setiap tetesnya. Mentari pun mulai menampakkan sinarnya perlahan-lahan hingga benar-benar memberikan kehangatan di pagi hari serta kerasnya suara bising setiap kendaraan yang lewat menandakan pagi telah tiba dan siap menjemput rezeki.
Di sebuah rumah kecil berukuran tak lebih dari 16 m² merupakan tempat berteduh Nasya dan Ibunya. Rumah sederhana itu menjadi tempat tumpuan kasih sayang Ibu dan anak yang sejak beberapa tahun silam di tinggal ayahnya meninggal dunia karena sakit paru-paru yang di deritanya. Kini Ibunya menjadi pencari nafkah untuk gadis semata wayangnya yang sekarang sedang kuliah di Universitas Negeri.
Pagi telah tiba, Ibu menyambut pagi dengan suka cita sembari menyiapkan perlengkapan dagangan gorengannya untuk berjualan di depan rumahnya. Tak terlihat raut muka yang suram yang nampak hanyalah senyuman dari bibir Ibu ku tersayang. Nasya keluar dari bilik kamarnya usai menjalankan sholat subuh di sambut dengan tatapan penuh harap dan senyum keikhlasan oleh Ibu.
“Sudah bangun nak?”
“Iya bu”
“Sudah sholat”
“Alhamdulillah bu Tuhan memberikan ku nikmat kesehatan untuk bersujud padanya” sambil menatap kedua mata Ibunya.
“Alhamdulillah Nasya, Ibu bangga mendengarnya, teruslah memohon padanya dengan hati ikhlas” membalas tatapan Nasya hingga tampak mata Ibu berkaca-kaca seolah tak akan menampakkan kesedihannya. Dalam hati Ibu aku menyayangimu.
“Iya, suatu saat Ibu akan bangga dengan Nasya” sambil menatap Ibunya dengan senyum di balik pengharapan dan impiannya.
“Nasya bantu ya bu menyiapkan perlengkapannya”
Sambil menyiapkan perlengkapan dagangan gorengannya. Tak biasanya Ibu menggoreng  sembari melamun. Sepertinya ada yang disembunyikan dari Nasya dan tak ingin Nasya mengetahuinya.
“Gorengannya gosong bu, Ibu sedang mikirin apa, cerita sama Nasya bu!”
“Tidak nak, Ibu tidak melamun dan tidak sedang mikir apa-apa, yang Ibu ingin suatu saat kamu akan menjadi anak yang sukses dan membuat Ibu bangga”
“Aamiin bu, semoga gusti Allah mendengar doa kita ya bu”
Keduanya saling berpelukan merangkul hangat dekapan kasih sayang Ibu dan anak.
ΓΈΓΈΓΈΓΈ
Mentari perlahan kian terangnnya, memberikan sinarnya seluruh penjuru bumi tepat diatas kepala. Semua orang bergegas mencari tempat berteduh melepaskan kelelahan. Beranjak sejenak untuk beristirahat lalu kembali menyongsong rezeki. Nampak dari kejauhan seorang Ibu meletakkan dagang gorengan di sebuah Mushola  yang ada di kampus tempat Nasya kuliah untuk menunaikan sholat dzuhur dititipkan pada seorang gadis yang sedang duduk di Mushola itu. Sepertinya Ibu  itu ingin sejenak mengurangi sedikit rasa lelahnya karena berjualan keliling.
Seketika itu juga Nasya teringat pada sosok Ibunya yang pekerjaan sama dengan Ibu yang menitipkan jualannya di Mushola tersebut. Nasya mulai terenyuh dengan sosok Ibunya kemudian terlintas dipikirnya ingin menemui Ibu penjual gorengan di mushola itu. Ketika hendak memanggil Ibu itu terdengar dari arah belakang ada memanggil-manggil nasya. Kemudian nasya menoleh, ternyata nasya di panggil teman sekelasnya bahwa perkuliahan akan segera di mulai dan dosennya sudah hadir di kelas. Niat hati untuk menemui Ibu itu pun di urungkan oleh jam mata kuliah yang telah tiba dan saat belajar untuk meraih mimpi dan kesuksesan.
Ibu yang beristirahat sejenak di Mushola itu kini sudah pergi kembali menjemput rezeki. Di bawah terik matahari Ibu tetap berjualan dengan penuh semangat tak peduli keringat membasahi seluruh tubuhnya. Sesekali Ibu memegang perutnya yang terasa sakit dan nampak buncit. Ibu menyembunyikan perut yang buncit itu dengan pakaian yang besar hingga tak ada yang mengetahui bahwa Ibu itu menyembunyikan perutnya sekalipun Nasya anaknya.
Sementara itu, Nasya yang merupakan seorang mahasisiwi yang terbilang cerdas di antara teman-temannya dan seorang yang ramah sehingga banyak teman yang suka padanya. Usai perkuliahan Nasya  pulang menuju rumah yang sederhana. Tiba-tiba dari arah belakang terengar suara memanggil:
“Nasya…Nasyaaaa”
Nasya menoleh dan mencari dari arah mana suara itu datang?.
“Hai…Eccy”
“Mau kemana”
“Pulang”
“Nasya tadi tidak sholat di Mushola” Tanya Eccy
“Kenapa?, saya tadi sholat di ruang dosen” jawab nasya
“Saya tadi ketemu Ibu penjual gorengan di mushola, kasihan dengan Ibu itu, meskipun perutnya sakit tapi masih sempat berjualan keliling demi anaknya yang masih sekolah katanya. Seandainya saya punya uang lebih saya berikan dengan Ibu itu jika saya lihat dia di mushola kembali”. Ujar Eccy
            “Nasya terdiam dan pikirannya mulai tertuju pada sosok Ibunya.  Apa mungkin Ibu yang di mushola itu adalah Ibu, meskipun dia Ibu tapi Ibu sehat-sehat saja. Ibu tidak pernah berjualan dikampus Nasya, Ibu selalu berjualan di depan rumah. Tapi dari kejauhan tadi memang mirip Ibu. Mungkin Ibu.. Ah tapi gak mungkin!” pikir Nasya dalam hati.
“Nasya kenapa bingung” pangggil Eccy sambil mumukul bahu Nasya.
“Tidak…saya tidak bingung” jawab Nasya
“Ya sudah, arah rumah kita berlainan saya duluan ya” kata Eccy
“Iya hati-hati”
            Dari arah kejauhan sudah tampak rumah sunyi berpenghuni. Semakin dekat dan akhirnya Nasya tiba di depan rumah. Nasya melihat sebuah keranjang kue terletak disudut teras rumahnya pertanda Ibunya sudah pulang ke rumah dan biasanya jualannya juga sudah ludes terjual. Sesampainya dirumah Nasya mengetuk pintu berulang-ulang, namun pintu juga tak kunjung di buka. Sesekali Nasya mengucap salam namun tak nampak sahutan salam dari dalam rumah.
Dengan sedikit kesal di hati tapi Nasya langsung  tersadar mungkin Ibu sedang tidur lelah  di dalam sehingga tak membukakan pintu untuk Nasya. Kemudian Nasya membuka sendiri pintu rumahnya, ternyata pintu tidak dikunci dan Ibu sedang tidur di kamar.
            Melihat Ibunya yang sedang tertidur pulas di sore hari yang temaram. Nasya memandang Ibunya dari ujung rambut sampai ujung kaki. Sambil mengusap lembut rambut Ibu yang masih hitam belum berubah menjadi putih dimakan usia menunjukkan bahwa Ibu masih muda untuk menjadi tulang punggung keluarga  namun harus menghadapi kenyataan hidup.  “Suatu saat Nasya akan membahagiakan Ibu dengan kesuksesan”. Pikir Nasya dalam hati.
            Langit yang mulai merubah warnanya, berubah menjadi kegelapan. Tak ada sinar mentari yang menghangatkan. Dengan perlahan digantikan oleh sinar rembulan penuh. Siang yang begitu cerah kini berubah menjadi malam yang redup di hiasi cahaya bintang yang bertebaran menghiasi langit.
            Malam ini indah sekali. Bintang menunjukkan cahayanya seolah berkata inilah aku bintang kehidupan mu. Dari sebuah jendela kamar Nasya menatap malamMemandang bintang-bintang seolah penuh harap. Seandainya Nasya seperti bintang. Bintang kehidupannya Ibu kelak. Tak ada yang lebih baik dari apapun selain menjadi bintang kehidupan bagi Ibu.
            Malam semakin larut seperti halnya Nasya larut dalam keindahan malam hingga tanpa terasa Nasya tertidur pulas di sudut jendela kamarnya.  Udara dingin menyelimuti tubuhnya. Nyamuk-nyamuk bertebangan mengelilinginya tapi Nasya pun tak jua terjaga dari tidurnya  hingga seruan adzan subuh membangunkannya.

ΓΈΓΈΓΈΓΈ
Hari demi hari, bulan berganti tahun. Ibu Nasya masih tetap berjualan gorengan demi menyekolahkan Nasya meraih mimpi. Hari ini adalah hari yang paling membahagiakan bagi Nasya dan teman-temannya, hari dimana Nasya akan diwisuda setelah empat tahun duduk di bangku kuliah. Akhirnya Nasya bisa wisuda dengan IPK yang memuaskan 3,35. Yang Nasya pikir akan cukup membanggakan Ibunya.
Bahagianya Nasya hari ini juga di rasakan oleh Ibunya yang mendampingi Nasya saat wisuda. Duduk bersama, berdampingan saat wisuda adalah mimpi Nasya yang akhirnya didengarkan oleh Tuhan. Nasya menyalami, mencium tangan dan kening Ibunya serta memeluk erat Ibunya seakan tak mau dipisahkan oleh waktu dan siapapun. Saat hendak melepaskan pelukan hangat itu, Nasya berbisik pada Ibunya “Ibu , kau adalah harta terindah ku, gelar sarjanaku saat ini adalah karya mu, dan aku akan membahagiakan Ibu”. Ibu hanya terdiam menatap lembut wajah anaknya dengan tatapan mata yang berkaca-kaca. Seakan berbicara pada mata jangan kau keluarkan tetesan air mata mu duhai mata. Butiran air mata tak mampu membendung derasnya desakan hati hingga mengalir begitu saja.
Suara lembut itu akhirnya berbisik pada anaknya dengan suara parau menahan tangis.
“Jaga dirimu baik-baik nak dan gunakan ilmu dengan baik”. Seketika itu juga Ibu jatuh pingsan sambil mememang perutnya.
“Ibu… bangun bu..Ibuuuuu…” teriak Nasya sambil menahan tangis
“Tolong…tolooong” teriak nasya
Seluruh peserta wisudawan wisudawati menoleh kearah suara teriakan Nasya, Semua orang terkejut melihat Ibu Nasya jatuh pingsan saat upacara wisuda sedang berlangsung. Tanpa terkecuali seluruh staf serta para dosen ikut menoleh kearah mula suara teriakan itu terdengar. Tak lama kemudian Ibu nasya dilarikan ke rumah sakit terdekat. “Ibu lebih penting dari apa pun. Wisuda itu tak penting yang paling penting adalah nyawa Ibu” tangis Nasya.
Ibu dilarikan ke rumah sakit dengan sebuah mobil pribadi milik salah satu dosennya. Suara tangisan pun tiada henti mengiringi laju mobil dengan kecepatan tinggi. Di tengah perjalanan Ibu tersadar dari pingsannya dan langsung menoleh ke arah Nasya. Dengan suara lemah Ibu berkata, “ Nasya sebenarnya Ibu menderita sakit tumor pada rahim Ibu dan Ibu selalu berusaha menyembunyikannya dari Nasya. Ibu takut Nasya khawatir”.
“tidak Ibuuu!!!, kesehatan Ibu lebih penting, kenapa Ibu baru kasih tahu sekarang?”
Dengan suara terbata-bata seolah Ibu akan menyampaikan sesuatu. tak sempat mulut berbicara mata Ibu kian mengecil dan menutup secara perlahan. Di iringi isak tangis yang semakin deras mengantar kepergian Ibu untuk selama-lamanya.
Innalillahi wainnailaihi roji’un.
            Sakit yang menahun selalu disembunyikan demi anaknya. Tak pernah mengeluh di hadapan anaknya. Dia selalu memberi semangat pada anaknya. Tiada seorang ibu yang jahat terhadap anaknya. Sungguh kau wanita luar biasa di dunia. Jaga dirimu baik-baik nak dan gunakan ilmu dengan baik adalah pesan terakhir Ibu kepada Nasya.
The end
Karya jemari  sendiri yang menjelajahi setiap angka dan huruf pada keyboard Laptop ku. CERPEN PERDANA

Ingatkah Kau??

Ingatkah kau saat kau berdoa kepada Tuhan mu untuk di luluskan menjadi ASN. Ingatkah kau saat kau belajar siang malam supaya mampu menjawab...